PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

Siapakah Bang Ade..??

Photobucket

Bang Ade......!! demikian panggilan akrab sejak kecil sampai sekarang, yang nama lengkapnya......Drs.H.Mohamad Ade Surapriatna Bsc.SH.

Telah membuktikan betapa partai Golkar secara nyata dan dirasakan karyanya oleh masyarakat, selama 32 (tiga puluh dua ) tahun dan telah memberi kesempatan sesuatu yang sangat didambakannya "BERKARYA BAGI BANGSA" (khususnya warga DKI Jakarta).

Semenjak Bang Ade memulai kiprah politiknya di Partai Golkar sampai sekarang sebagai Ketua Partai Golkar Prop. DKI Jakarta (2004-2009).

Bang Ade terdaftar sebagai anggota Sekber Golkar KINO HANKAM tahun 1970 dengan no.Anggota G/11030679 Th 1971, dari RESIMEN MAHATIRI, Bang Ade mendapat penugasan sebagai Komandan PAMSUNG PEMILU '71 di Jakarta Utara, disinilah Bang Ade memulai mengembangkan potensi dirinya dalam dunia politik.



Photobucket


Bang Ade (tengah) Ass. KASMENWA "JAYAKARTA"


Bang Ade menyadari bahwa masa depan bangsa tergantung dengan kesiapan para pemuda masa kini, oleh sebab itu Bang Ade berusaha tampil dan berbuat sesuatu di dunia ke-pemudaan dengan karya yang menonjol "PANCA TEKAD PEMUDA JAKARTA" sebagai motivasi sehingga mengantarnya terpilih menjadi Ketua KNPI DKI Jakarta (Komite Nasional Pemuda Indonesia) atau disebut juga Ketuanya Pemuda Jakarta, pada masa periode tahun 1985 - 1988.

Photobucket



Bang Ade saat Syukuran program "JAKARTA BERSIH" bersama Ibu Tien (almrh), Abdulah Puteh dan Menpora Abdul Gafur


Pria kelahiran Jakarta pada tanggal 7 Nopember 1951 ini, menghabiskan masa kanak-kanaknya didaerah Sampoor Pantai Laut Jakarta Utara Kecamatan Koja, yang tidak jauh dari aktivitas buruh-buruh pelabuhan.
Dinamika dan gelora kehidupan inilah yang telah ikut mendorong Bang Ade untuk memilih menjadi mahasiswa Akademi Maritim Indonesia (lulus tahun 1974) dan masuk Resimen Mahatirta yang mendapat gemblengan dari Pasukan -Komando Angkatan Laut/KKO atau Marinir sehingga mendapat Brevet menyelam.

Di Resimen mahasiswa inilah Bang Ade banyak mengikuti latihan kemiliteran antara lain menembak mahir dan terjun payung di Brimob Kelapa Dua. Karena kemampuan dan keaktifannya inilah membuat Bang Ade diangkat menjadi WAKAPOLMEN 1971, ASLOG 1972 dan sebagai ketua ALUMNI MENWA "JAYAKARTA", penggabungan dari SAT.WALAWA UI, MEN.MAHAJAYA dan MEN.MAHATIRTA masa bakti tahun 1976-1981, juga sebelumnya sebagai Ass.KASMENWA"JAYAKARTA".

Prestasi ini tentunya tidak terlepas dari aktivitas masa kanak-kanaknya yang dimulai sejak Sekolah Dasar Negeri (SDN) menjadi Pramuka Bhayangkara sampai dengan tahun 1963, berikut pada saat Sekolah Menengah Pertama atau SMPN 30 menjadi anggota Palang Merah Indonesia (PMI) dan GSNI, juga pada saat menginjak Sekolah Menengah Atas si SMAN 13 menjadi Sekretaris Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) KOM Jakarta Utara.
Pada akhir masa remajanya Bang Ade masih tetap aktif menjadi Wakil Sekretaris Ikatan Mahasiswa Jakarta Utara (KMJU), juga sebagai Laskar Ampera "YON TENDEAN" dan sebagai Ketua Alumni SMA 13 Jakarta juga diteruskan dikepemudaan (KNPI). Bang Ade sebagai tokoh muda gigih memperjuangkan pembauran bangsa dalam keberagaman etnis & agama sehingga duduk sebagai wakil ketua BAKOM PKB DKI tahun 1985-1990 dan akhirnya sampai kedunia politik (Partai Golkar), untuk kepentingan itu pula Bang ade mendalami ilmu politik / Ekonomi-nya di Univ. 17 Agustus (UNTAG) yang terkenal dengan pergerakan mahasiswanya, dan lulus tahun 1996.

Photobucket

Bang Ade bersama Keluarga


Pada saat selanjutnya putera pasangan dari Alm.H.Abdul Kirom Iman dan Hj. Siti Salha, juga suami dari Hj.Sukmawati dan Bapak dari Detya, Dewi dan Dewa Brata inipun adalah seorang pengusaha yang handal, dengan mendirikan sebuah perusahaan Perkapalan "PT.ADHIGUNA PUTERA UTAMA" pada tahun 1979 setelah sebelumnya bekerja di Perusahaan Pelayaran dan Pelabuhan Tanjung Priok sejak lulus di Akademi Maritim tahun 1974.

Sebagai pengusaha, Bang Ade pun aktif dalam Organisasi Pengusaha INSA dan Kamar Dagang Industri atau KADIN, sehingga menjadi Wakil Ketua KADIN Jakarta Utara, pada tahun 1980 dan sebagai Ketua LITBANG KADIN JAYA, tahun 1982-1985, sampai saat inipun masih menjabat sebagai penasehat GAPENSI DKI.

Photobucket



Sedangkan perhatian terhadap kedaerahan sebagai keturunan dari Bapak yang asli dari Sunda Banten juga dari Ibu yang asli keturunan Betawi, Bang Ade pun duduk dalam Organisasi Paguyuban Warga Banten sebagai Wakil Ketua tahun 1992-1997, juga di Organisasi Pasundan Jawa Barat dan Bamus Betawi sebagai penasehat sampai sekarang.

Di bidang sosial pun Bang ade aktif menjadi Anggota Lions Club, dan saat ini telah diangkat menjadi penasehat "LIONS MUTIARA"

Jadi bukan pula merupakan kebetulan jika di sela-sela kesibukannya Bang ade masih menyempatkan kegemarannya melaut.

Bang ade saat mancing/trolling di pulau Seribu

Dengan memancing menurutnya dapat menumbuhkan keuletan dan kesabaran, sikap yang diperlukan di saat menghadapi pergulatan politik yang memuncak.

Photobucket

Bang Ade bersama Ketua Umum Taekwondo Let.Jend TNI Purn.Suharto,Fauzi Bowo penasehat Taekwondo DKI Jakarta


Selain kegemaran memancing, Bang Ade pun aktif dalam kegiatan olah raga bela diri "Taekwondo" sehingga dipercaya memimpin atau menjadi Ketua Taekwondo" Prov.DKI Jakarta periode 2004-2011.
Di kalangan parlemen , Bang Ade pun lagi-lagi mewujudkan kebolehannya, dengan bermodalkan 7 (tujuh) Kursi Fraksi Partai Golkar, Bang Ade terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta, periode tahun 2004-2009 melalui pemilihan yang sangat membutuhkan perjuangan. Para pengamat politik dibuat kagum oleh kiprah Golkar melalui kader-kadernya yang handal.

Photobucket


Bang Ade sebagai Ketua ADPSI tiba di Papua, dan dinobatkan sebagai warga suku Papua.
Setelah terpilih menjadi ketua DPRD DKI, Bang Ade mendapatkan kepercayaan lagi untuk memimpin se Indonesia sebagai ketua asosiasi DPRD se Indonesia atau ADPSI, dengan gigih berjuang untuk menyelamatkan anggota DPRD se-Indonesia dari permasalahan hukum juga hak-haknya untuk kesejahteraan anggotanya, selain dari mendorong untuk meningkatkan kinerja dan kewibawaan anggota dewan dalam hal ini akhirnya Bang Ade pun membentuk Lembaga Advokasi DPRD se-Indonesia.
Untuk kebutuhan perjuangan itu pula Bang Ade mendalami ilmu hukum di STIH IBLAM, dan mendapat gelar sarjana hukum tahun 2007, saat ini pun Bang Ade masih menyelesaikan Magister Hukumnya.

Sedemikian kepedulian Bang Ade terhadap masyarakat, diawali kepemimpinannya Bang Ade berhasil membuat keputusan mengenai pembebasan biaya pendidikan sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri, sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri biaya pendidikan gratis bisa diperoleh bagi yang tidak mampu. Juga pengobatan gratis bagi masyarakat miskin.
Bang Ade juga memperhatikan prestasi-prestasi Putera Daerah yang berhasil dengan memberikan penghargaan dan Peniti Emas kepada beberapa Putera Daerah yang terbaik, kegiatan ini adalah yang pertama kali setelah Dewan berdiri.

Photobucket

Bang Ade sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta sedang menyematkan Peniti Emas kepda Bapak Sutiyoso



Namun keberhasilan ini tidak membuat Golkar dan Bang Ade berbesar diri, jabatan tidak lebih dari sekedar amanah yang setiap saat harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan Masyarakat yang mendukungnya.

Golkar memang bukan Partai Agama dan lahir bukan dari pengaruh Partai Politik, tapi dari jiwa rakyat yang saat itu dalam kondisi tekanan sebuah kekuatan yang mengancam bangsa saat itu, bukan pula dari sebuah rekayasa dengan tujuan kelompok semata, namun dari hati nurani yang tulus yang tidak mempertanyakan pamrih dan didalamnya diliputi suasana agamis.

Photobucket

Bang Ade di saat-saat tertentu masih bermain musik dan menyanyi.Hobby sejak kecil (Band Bocah), dan masih aktif sebagai penasehat PAMI ( Persatuan Artis Melayu Indonesia).



Golkar lahir dan tumbuh dari keragaman latar belakang yang berbeda, baik dari Militer, Agama, Kalangan Profersi, Koperasi, Karyawan, Buruh, Tani dan Nelayan juga kelompok-kelompok yang mengakar kepada rakyat karenanya setiap Kader Golkar dituntut untuk tidak berhenti berkarya dan beramal kepada rakyat dengan motto "Tiada Hari Tanpa Karya dan Tanpa Amal Soleh" dan "Fastibikhul Chairat atau berlomba dan berbuat amal kebaikan".

Photobucket

Bang Ade bersama Habib Mozier Al Mushawa


Bang Ade yakin...!!!!! Golkar akan mendapatkan dukungan yang Signi-Ficant dari warga Jakarta, dan memenangkan Pemilu 2009, karena semua Tokoh adalah Mesin Politik Partai yang kembali bangkit dimana masyarakat mengharapkan aman, Damai dan Sejahtera, dan Golkar mampu mewujudkannya karena kita punya pengalaman dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup handal, itu pendapat pakar dan peneliti juga hasil survei independent, sedangkan para Kyai dan Ketua MUI Jakarta Utara mengatakan Golkar adalah Partai yang Istiqomah, Insya Allah Golkar berhasil, juga Habib Mozier Al Mushawa menyeruhkan/mendo'akan bagi Pak Jusuf Kalla dan Bang Ade sebagai golongan yang mencintai zikir juga berhasil dalam memperjuangkan bangsa dan mensejahterakan masyarakat Indonesia, sedangkan pemuka Agama lain mengatakan Golkar Untuk Semua, sejak dulu mencerminkan keberagaman. Golkar tidak untuk Golkar atau kalangan tertentu,,,tapi..."Golkar untuk bangsa, atau untuk semua.

Photobucket


Bang Ade dalam diskusi "Gubernur DKI mendatang" bersama Mama Laurent,Ki Joko Bodo dan Sys NS.


Photobucket


Ketua DPD Golkar DKI, menyerahkan kenang-kenangan kepada Sri Sultan HB X, sebagai tokoh Golkar.


Photobucket


Bang Ade mengantarkan calon-calon Gubernur DKI, untuk memulai Kampanye 2007


Read more...

Visi Dan Misi Bang Ade

MISI : Mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera di dalam EKA-nya,bangsa untuk kebinekaan yang Indonesiawi.

VISI : - Memberdayakan masyarakat di dalam kehidupansosial & politik”.
- Terciptanya pejabat-pejabat pemerintah (eksekutif) dan wakil-wakil rakyat (legislatif) yang ber-ahlaq, jujur & amanah diseluruh tingkat.




Read more...

Senyum Bang Ade


Siapa yang tak kenal dengan Bang Ade, seseorang yang ramah dan sosial pada semua orang tak pandang bulu, keseharian yang penuh kesibukan namun tak lupa akan waktunya untuk keluarga dan kerabat, bisa dilihat di foto-foto Bang Ade dimana tiada hari tanpa Senyum dan Tawa.


Keakrabannya di mata masyarakat dan pergaulan yang luas membuat ia disegani oleh banyak orang, senyum penuh kebahagian yang terpancar disaat senang maupun duka membuat orang selalu terhibur, tak ada kata sombong dalam kehidupannya beliau selalu hidup penuh kesederhanaan bisa dilihat dari kesehariannya di dalam rumah.
Dalam waktu senggang Bang Ade sempatkan diri berkumpul bersama keluarga kerabat serta para pembantu di halaman rumahnya tak ada batas dimata Bang Ade siapa mereka dan siapa Bang Ade, karakter inilah yang membuat para Kerabat Bang Ade menjadi segan terhadap Bang Ade.







Kepedulian Bang Ade juga selalu ada disaat masyarakat membutuhkannya, tak pernah takut beliau langsung turun ketempat bencana dimana banyak warga yang membutuhkan bantuannya, karena Bang Ade selalu berkata "Hidup kita tidak sendiri dimana kita selalu membutuhkan bantuan orang lain", kata-kata itulah yang menjadikan Bang Ade berjiwa sosial terhadap masyarakat.


Read more...

Home



Setelah Idul Adha Berlalu

Senin, 8 November 2008 yang baru lalu, umat Muslim sejagat memperingati Idul Adha 1429 H. Melalui Idul Adha, kita semua diingatkan untuk mampu meneladani keikhlasan dari Nabi Ibrahim (Abraham, bapak segala bangsa) yang rela mengurbankan Nabi Ismail, putra satu-satunya demi ketaatannya pada perintah Allah SWT. Ketaatan Nabi Ibrahim memberikan pesan yang jelas kepada kita bahwa “semua yang ada pada diri kita adalah mutlak milik Tuhan Sang Pencipta”.

Demikianlah, bagi segenap umat Muslim yang merayakan Idul Adha, pengurbanan adalah juga sebuah ibadah. Simbolik pengurbanan itu kini dilambangkan dalam pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada sesama khususnya mereka pada fakir miskin, kaum dhuafa, kaum mustadafin. Keikhlasan untuk berkorban bagi orang lain, itulah pesan inti Idul Adha.

Terkait konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, peringatan Idul Adha 1429 H tidak saja bermanfaat bagi segenap umat Muslim, tetapi bagi semua komponen bangsa. Di tengah krisis global yang berdampak pada kondisi ekonomi domestik, keikhlasan untuk berkorban menjadi hal yang niscaya. Pemerintah berkorban dari aspek pemikiran, tenaga, dan waktu untuk memberikan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat mesti mampu berkorban untuk mencari solusi bersama serta solider pada kesulitan bersama. Satu hal lagi, pemerintah dan segenap komponen masyarakat mesti mau berkorban untuk memerangi hal-hal yang menyusahkan kehidupan bangsa semisal korupsi.

Peringatan Idul Adha 1429 H sudah berlalu, namun sesungguhnya spirit pengurbanan kita di tengah dampak krisis global ini baru saja dimulai. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita berniat untuk selalu ikhlas mengabdi melalui tugas kita masing-masing untuk kemaslahatan banyak orang, kendati mungkin banyak kepentingan pribadi atau kelompok mesti dipertaruhkan. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita semua hendaknya mampu melakoni tugas dan kewajiban kita demi kemaslahatan bangsa.

Setelah Idul Adha berlalu, di tengah kesulitan dan kekrumitan ekonomi nasional akibat krisis global, kita semua diharapkan mampu melahirkan kesetiakawanan sosial yang sejati. Teruslah berkarya untuk Bangsa dan Negara! ***

Martyn Read more...

Bang Ade Pilihanku © 2009. Design by :Bang Ade Center Sponsored by: Bang Ade