VISI : - Memberdayakan masyarakat di dalam kehidupan “sosial & politik”.
Read more...
Siapa yang tak kenal dengan Bang Ade, seseorang yang ramah dan sosial pada semua orang tak pandang bulu, keseharian yang penuh kesibukan namun tak lupa akan waktunya untuk keluarga dan kerabat, bisa dilihat di foto-foto Bang Ade dimana tiada hari tanpa Senyum dan Tawa.
Keakrabannya di mata masyarakat dan pergaulan yang luas membuat ia disegani oleh banyak orang, senyum penuh kebahagian yang terpancar disaat senang maupun duka membuat orang selalu terhibur, tak ada kata sombong dalam kehidupannya beliau selalu hidup penuh kesederhanaan bisa dilihat dari kesehariannya di dalam rumah.
Dalam waktu senggang Bang Ade sempatkan diri berkumpul bersama keluarga kerabat serta para pembantu di halaman rumahnya tak ada batas dimata Bang Ade siapa mereka dan siapa Bang Ade, karakter inilah yang membuat para Kerabat Bang Ade menjadi segan terhadap Bang Ade.
Kepedulian Bang Ade juga selalu ada disaat masyarakat membutuhkannya, tak pernah takut beliau langsung turun ketempat bencana dimana banyak warga yang membutuhkan bantuannya, karena Bang Ade selalu berkata "Hidup kita tidak sendiri dimana kita selalu membutuhkan bantuan orang lain", kata-kata itulah yang menjadikan Bang Ade berjiwa sosial terhadap masyarakat.
Read more...

Setelah Idul Adha Berlalu
Senin, 8 November 2008 yang baru lalu, umat Muslim sejagat memperingati Idul Adha 1429 H. Melalui Idul Adha, kita semua diingatkan untuk mampu meneladani keikhlasan dari Nabi Ibrahim (Abraham, bapak segala bangsa) yang rela mengurbankan Nabi Ismail, putra satu-satunya demi ketaatannya pada perintah Allah SWT. Ketaatan Nabi Ibrahim memberikan pesan yang jelas kepada kita bahwa “semua yang ada pada diri kita adalah mutlak milik Tuhan Sang Pencipta”.
Demikianlah, bagi segenap umat Muslim yang merayakan Idul Adha, pengurbanan adalah juga sebuah ibadah. Simbolik pengurbanan itu kini dilambangkan dalam pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada sesama khususnya mereka pada fakir miskin, kaum dhuafa, kaum mustadafin. Keikhlasan untuk berkorban bagi orang lain, itulah pesan inti Idul Adha.
Terkait konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, peringatan Idul Adha 1429 H tidak saja bermanfaat bagi segenap umat Muslim, tetapi bagi semua komponen bangsa. Di tengah krisis global yang berdampak pada kondisi ekonomi domestik, keikhlasan untuk berkorban menjadi hal yang niscaya. Pemerintah berkorban dari aspek pemikiran, tenaga, dan waktu untuk memberikan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat mesti mampu berkorban untuk mencari solusi bersama serta solider pada kesulitan bersama. Satu hal lagi, pemerintah dan segenap komponen masyarakat mesti mau berkorban untuk memerangi hal-hal yang menyusahkan kehidupan bangsa semisal korupsi.
Peringatan Idul Adha 1429 H sudah berlalu, namun sesungguhnya spirit pengurbanan kita di tengah dampak krisis global ini baru saja dimulai. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita berniat untuk selalu ikhlas mengabdi melalui tugas kita masing-masing untuk kemaslahatan banyak orang, kendati mungkin banyak kepentingan pribadi atau kelompok mesti dipertaruhkan. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita semua hendaknya mampu melakoni tugas dan kewajiban kita demi kemaslahatan bangsa.
Setelah Idul Adha berlalu, di tengah kesulitan dan kekrumitan ekonomi nasional akibat krisis global, kita semua diharapkan mampu melahirkan kesetiakawanan sosial yang sejati. Teruslah berkarya untuk Bangsa dan Negara! ***
Martyn
Read more...