
Setelah Idul Adha Berlalu
Senin, 8 November 2008 yang baru lalu, umat Muslim sejagat memperingati Idul Adha 1429 H. Melalui Idul Adha, kita semua diingatkan untuk mampu meneladani keikhlasan dari Nabi Ibrahim (Abraham, bapak segala bangsa) yang rela mengurbankan Nabi Ismail, putra satu-satunya demi ketaatannya pada perintah Allah SWT. Ketaatan Nabi Ibrahim memberikan pesan yang jelas kepada kita bahwa “semua yang ada pada diri kita adalah mutlak milik Tuhan Sang Pencipta”.
Demikianlah, bagi segenap umat Muslim yang merayakan Idul Adha, pengurbanan adalah juga sebuah ibadah. Simbolik pengurbanan itu kini dilambangkan dalam pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada sesama khususnya mereka pada fakir miskin, kaum dhuafa, kaum mustadafin. Keikhlasan untuk berkorban bagi orang lain, itulah pesan inti Idul Adha.
Terkait konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, peringatan Idul Adha 1429 H tidak saja bermanfaat bagi segenap umat Muslim, tetapi bagi semua komponen bangsa. Di tengah krisis global yang berdampak pada kondisi ekonomi domestik, keikhlasan untuk berkorban menjadi hal yang niscaya. Pemerintah berkorban dari aspek pemikiran, tenaga, dan waktu untuk memberikan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat mesti mampu berkorban untuk mencari solusi bersama serta solider pada kesulitan bersama. Satu hal lagi, pemerintah dan segenap komponen masyarakat mesti mau berkorban untuk memerangi hal-hal yang menyusahkan kehidupan bangsa semisal korupsi.
Peringatan Idul Adha 1429 H sudah berlalu, namun sesungguhnya spirit pengurbanan kita di tengah dampak krisis global ini baru saja dimulai. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita berniat untuk selalu ikhlas mengabdi melalui tugas kita masing-masing untuk kemaslahatan banyak orang, kendati mungkin banyak kepentingan pribadi atau kelompok mesti dipertaruhkan. Di hari-hari mendatang, dengan membawa hikmah Idul Adha, kita semua hendaknya mampu melakoni tugas dan kewajiban kita demi kemaslahatan bangsa.
Setelah Idul Adha berlalu, di tengah kesulitan dan kekrumitan ekonomi nasional akibat krisis global, kita semua diharapkan mampu melahirkan kesetiakawanan sosial yang sejati. Teruslah berkarya untuk Bangsa dan Negara! ***
Martyn
Siapakah Bang Ade
- Bang Ade Pilihanku !!!
- Bang Ade......!! demikian panggilan akrab sejak kecil sampai sekarang, yang nama lengkapnya......Drs.H.Mohamad Ade Surapriatna Bsc.SH.
Translate
Widget by : Bang Ade
Jam
Tukeran link
Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali
Cuaca
Feed
Home
Label:
Home
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Category
- Beranda (5)
- Berita Golkar (23)
- Galery (1)
- Home (2)
- Info Partai (2)
- Kalender 2009 (1)

2 komentar:
Silakan Kasih komentar nya yahcc....
Yth.Bang Ade, senang sekali kami sekeluarga untuk mendukung Bang Ade dan tentunya saya akan merekomendasikan kepada teman teman untuk memilih Bang Ade,cuma Bang Ade centrenya kok sering tutup,kita buka yuk kita kumpul2 dengan semangat yang sama mendukung Bang Ade. Gimana bang Ade? matur nuwun
R Didit Sujarwadi SH
Posting Komentar