Wiranto Capres Partai Golkar 2009
Pertarungan ”Hidup-Mati” Akbar-Kalla
Nusa Dua, Sinar Harapan
Perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas VII di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, sepanjang hari Sabtu (18/12) menjadi puncak pertarungan antara Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla. Dua kandidat yang sama-sama memiliki basis dukungan besar ini akan bersaing dalam pemilihan langsung yang akan dimulai sore nanti.
Munculnya dua nama ini menjadikan ajang pemilihan ketua umum Partai Golkar merupakan pertarungan ”hidup-mati”, baik bagi kubu Akbar Tandjung yang didukung Wiranto maupun kubu Jusuf Kalla yang mendapat dukungan penuh dari Agung Laksono, Surya Paloh dan belakangan Sri Sultan Hamengku Bowono X.
Meski begitu bisa saja muncul calon lain yakni ”kuda hitam” Marwah Daud Ibrahim, karena dukungan terhadap satu-satunya calon perempuan ini terus menguat dan sampai siang ini Marwah tetap maju sendiri tanpa berkoalisi dengan kubu Kalla maupun Akbar.
Yang menarik dari perubahan peta kekuatan masing-masing calon, Wiranto yang semula akan mencalonkan diri sebagai ketua umum, ternyata mengambil langkah mundur tapi tetap bersatu dalam kubu Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar.
Perubahan ini disertai dengan konsesi politik kepada mantan Menhankam/Pangab yang juga mantan calon presiden Partai Golkar itu.
Sesuai kesepakatan antara Wiranto dan Akbar Tandjung yang dicapai Jumat (17/12) petang, Wiranto setuju Akbar tetap maju sebagai calon Ketua Umum sedangkan dirinya hanya sebagai Ketua Dewan Penasihat. Tetapi Wiranto dijanjikan sebagai calon presiden Partai Golkar 2009, jika kubu ini memenangkan pemilihan. Selain itu, kubu Wiranto juga diberi jatah 30 persen dalam kepengurusan Golkar mendatang.
Kesepakatan antara Wiranto dan Akbar itu akan dibuat secara tertulis dan mengikat bagi kedua belah pihak, dengan disaksikan Ketua Penasihat Golkar saat ini, Harmoko dan Oetoyo Oesman yang juga pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).
Perubahan yang cukup cepat dan radikal dari peta kekuatan masing-masing kandidat ini menjadi dinamika tersendiri dalam Munas VII Partai Golkar ini. Kalangan tim sukses masing-masing calon mengungkapkan keheranan mereka sekaligus terkejut karena peta politik masing-masing kandidat bisa terfragmentasi sedemikian rupa.
Sementara itu kubu Jusuf Kalla yang didukung Agung Laksono dan Sri Sultan HB X mengklaim dapat dukungan lebih dari 50 persen pemilik hak suara dan yakin bisa memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Golkar ini. Sebaliknya, kubu Akbar yang dinilai banyak kalangan memiliki tim yang handal, juga optimistis bisa menguasai lebih dari 50 persen pemilik suara dalam Munas ini.
Menurut Ketua DPD Golkar tingkat I Yogyakarta, Gandung Pardiman, tadi pagi di arena Munas, bagi Akbar dan Kalla pemilihan Ketua Umum ini merupakan pertarungan ”hidup-mati” bagi karir politik mereka di Partai Golkar. Jika Kalla menang, maka tamatlah riwayat politik Akbar dan orang-orang sekitarnya. Begitu juga jika Akbar memenangkan pemilihan, lenyap sudah karir politik Kalla di Golkar dan para mendukungnya.
Gandung mengingatkan sekaligus meminta kepada kedua calon dan tim suksesnya untuk siap menang dan siap kalah tanpa harus membuat tindakan anarkis. Sebab demokrasi yang sudah dibangun di dalam partai jangan sampai dirusak oleh tindakan anarkis.
Verifikasi Calon
Sampai siang ini tercatat empat calon ketua umum yang resmi mendaftar dan mengembalikan berkas pencalonan, yaitu Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Marwah Daud Ibrahim dan Slamet Effendi Jusuf. Meski tidak didukung banyak DPD, Slamet Effendi masih tetap menyatakan diri maju ke pertarungan. Sedangkan Agung Laksono dan Wiranto urung mencalonkan diri.
Tim verifikasi yang bertugas untuk meneliti berkas pencalonan keempat kandidat itu siang ini masih melakukan rapat dipimpin ketuanya Abdul Gafur. Jumlah anggota tim verifikasi 12 orang, lima dari unsur pimpinan Munas dan tujuh dari unsur pimpinan steering committee (SC).
Hasil verifikasi baru akan diumumkan siang menjelang sore mengingat keputusan tim verifikasi harus dibawa ke rapat pleno Munas dan diputuskan siapa yang berhak ikut dalam pemilihan. Karena persyaratan calon harus didukung minimal 150 suara, maka dari empat calon ini dipastikan bakal gugur satu atau dua calon. Setelah itu barulah dilakukan pemilihan secara langsung.
Kalla Bisa Terganjal
Dari serangkaian wawancara SH dengan beberapa anggota tim verifikasi yang tidak mau disebutkan namanya, disimpulkan ada kemungkinan Kalla terganjal dalam proses verifikasi mengingat dua hal pokok yang dianggap tidak memenuhi persyaratan prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.
Dua unsur yang bisa mengganjal Kalla terkait PDLT adalah yang bersangkutan pernah di nonaktifkan sebagai penasihat Partai Golkar dan Kalla juga pernah dicalonkan oleh partai lain dalam pemilihan presiden. Karena yang bersangkutan terpilih secara otomatis dia menjalankan program visi dan misi partai lain.
Namun demikian, perdebatan untuk mengganjal Kalla dipastikan sangat keras di dalam tim verifikasi karena dampak yang akan ditimbulkan jika Kalla terganjal sangat besar. Salah satu anggota tim verifikasi mengungkapkan, sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla pasti mempunyai perhitungan cermat untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dan telah mempersiapkan tim untuk meluluskan dari proses persyaratan. Ditambah lagi kekuatan uang yang cukup besar.
Namun demikian keputusan untuk meloloskan atau mengganjal Kalla akan sangat tergantung pada hasil penelitian tim verifikasi dan persetujuan pleno Munas. Jika Kalla benar-benar terganjal, maka yang akan bertarung adalah Akbar melawan Marwah Daud. Bisa saja dukungan kepada Kalla akan dialihkan kepada Marwah Daud.
Wiranto–Akbar
Perkembangan yang sangat menarik adalah bersatunya kubu Akbar Tandjung dengan kubu Wiranto yang selama ini dianggap sangat berseberangan menjadi satu kekuatan yang sangat sinergis. Wiranto dengan jiwa besar menyatakan mundur dari proses pencalonan dan berdiri di belakang Akbar Tandjung. Tapi koalisi dua tokoh ini ditinggalkan Prabowo yang beralih memberikan dukungan kepada Jusuf Kalla.
Wiranto mengatakan kerja samanya dengan Akbar untuk membawa Golkar ke depan menjadi partai yang bertambah solid, mandiri, dan bagian dari rekonsiliasi antara dirinya dengan Akbar Tandjung.
Siapakah Bang Ade
- Bang Ade Pilihanku !!!
- Bang Ade......!! demikian panggilan akrab sejak kecil sampai sekarang, yang nama lengkapnya......Drs.H.Mohamad Ade Surapriatna Bsc.SH.
Translate
Widget by : Bang Ade
Jam
Tukeran link
Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali
Cuaca
Feed
Persaingan Wapres Golkar 2009
Label:
Berita Golkar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Category
- Beranda (5)
- Berita Golkar (23)
- Galery (1)
- Home (2)
- Info Partai (2)
- Kalender 2009 (1)
SMS Center
Bang Ade Menjawab
Blog Archive
-
▼
2008
(31)
-
▼
Desember
(29)
- TAHAPAN PEMILU 2009
- Strategi meraih 30 % suara DPR (1)
- Putusan MK
- Perpu Pemilu 2009
- Caleg Harus Maksimal
- Ucapan Dari Pak Ade
- Saya Orangnya JK
- Hasil Positif Golkar
- Golkar Kemungkinan Usung Calon Sendiri
- Situs Golkar Di Hack
- Golkar: Pemecatan Anwar Sembrono
- Pemilu 2009 Terberat bagi Golkar
- Persaingan Wapres Golkar 2009
- Popularitas JK Anjlok Itu Risiko
- Kampanye 2009 Akan Dimulai, SBY Mulai Was-was
- Kalender 2009
- Nomor Urut Partai Pemilu 2004
- Nomor Parpol Pemilu 2009
- Nurul Kampanye Dengan Komik Politik
- Golkar Merebut Kursi Walikota Serang-Banten
- LDII Pro Caleg-caleg Muda Golkar
- Kaum Muda Berpeluang di 2009
- 8 Dirjern Raih Birokrasi Award
- Uang bukan Segalanya
- Kampanye Bersama Golkar
- Yusuf Kalla : Suara Ramaikan Pemilu
- Gallery bang ade
- Pencitraan Golkar Tak Agresif
- Golkar Dukung Putusan MK
-
▼
Desember
(29)

0 komentar:
Posting Komentar