PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

Uang bukan Segalanya

Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan uang tidak menentukan keterpilihan seseorang dalam sistem suara terbanyak.

Menurut Kalla, para caleg bisa berkampanye tanpa mengeluarkan terlalu banyak biaya. “Orang bisa berkampanye dengan memberi konsep, simpati, rajin mengunjungi orang, track record yang baik. Kaos, bendera, memang penting, tapi tidak menentukan. Bukan uang yang menentukan,” ujar Kalla di Jakarta, Rabu (24/12). Seperti diketahui,dengan mekanisme terbanyak setiap caleg otomatis harus bersaing keras.Di sisi lain,tidak semua caleg memiliki dana cukup untuk menggelar kampanye.

Melihat hal tersebut, Kalla mengatakan, faktor uang dalam hal ini tidak terlalu penting karena mereka hanya berkampanye di dua atau tiga kabupaten. Berbeda dengan pemilihan presiden (pilpres) yang mengharuskan capres dan cawapres berkampanye ke seluruh Indonesia. Pendapat serupa disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Drajad H Wibowo.

Anggota Komisi XI ini menilai banyaknya uang tidak akan menentukan seorang calon legislatif (caleg) akan terpilih dalam pemilu sistem suara terbanyak. Karena itu keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penghapusan Pasal 214 UU No 10 Pemilu tentang sistem nomor urut tidak akan mengkhawatirkan caleg yang akan lolos hanyalah yang mempunyai uang banyak. “Uang tidak menentukan.

Sebaliknya, orang yang punya uang banyak malah cenderung tidak menghendaki sistem suara terbanyak karena mereka bisa membeli nomor urut ke partai,” kata Drajad di Jakarta kemarin. Menurut dia, sistem suara terbanyak justru memberikan kesempatan bagi semua caleg yang mau bekerja keras dan mau turun ke daerah pemilihan (dapil) untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi program secara langsung. Dengan begitu, putusan MK setidaknya telah menjadi warning bagi caleg yang banyak uangnya. Dengan kata lain, suara terbanyak hanya merugikan bagi yang sudah melakukan transaksi nomor urut caleg.

Mengenai kekhawatiran akan adanya jual beli suara oleh caleg yang banyak uang, Drajad melihat masyarakat sudah banyak yang cerdas dalam memberikan pilihan. “Bisa saja caleg yang mengandalkan uang untuk serangan fajar malah hanya dimanfaatkan oleh masyarakat. Diambil uangnya, tapi tidak dipilih namanya.Karena rakyat juga melihat dan menilai caleg mana yang akan dipilih.

Jadi yang banyak duit dan sudah beli nomor urut yang sekarang ini sangat rugi,ibarat orang yang membeli saham dan nggak ada untungnya sama sekali. La yang begitu kan biasanya caleg yang banyak uang,”ungkapnya. Pendapat berbeda disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Nursyahbani Katjasungkana. Dia berpendapat, putusan MK justru menguntungkan caleg yang memiliki uang banyak.

“Keputusan ini menguntungkan caleg berduit dan ini bisa mempermudah kemenangan caleg berduit tersebut,”ungkapnya. Sedangkan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin menilai mekanisme suara terbanyak untuk menetapkan anggota legislatif akan menguntungkan artis dan caleg berkantong tebal.
(redaksi : Martyn)

0 komentar:

Posting Komentar

Bang Ade Pilihanku © 2009. Design by :Bang Ade Center Sponsored by: Bang Ade